Sabtu, 19 Desember 2009

Bagi orang tua ada beberapa tips usaha agar otak anak Jenius



Sekalipun kearifan seorang anak sangat erat hubungannya dengan genetika bawaan, namun banyak sekali penelitian ilmiah menunjukkan bahwa pembinaan setelah lahir juga merupakan faktor sangat penting yang tidak boleh diabaikan.

Merangsang Pertumbuhan dengan Pendidikan dalam Kandungan
Para dokter menyatakan, bayi dalam kandungan usia tiga bulan sudah mempunyai perasaan, empat bulan sudah mampu merasakan suara dari luar. Suara dari luar ini akan terus merangsang organ indera anak dalam kandungan dan mendorong pertumbuhannya, mempunyai peran yang penting bagi pertumbuhan intelegensi. Pada dasarnya cerebral cortex (bagian otak yang penting untuk mengingat, memperhatikan, menyadari, berpikir, mengerti bahasa dan lain sebagainya) bayi dalam kandungan sudah terbentuk pada usia 5 – 6 bulan, bila pada masa ini diperdengarkan musik ataupun dilakukan pemijatan lembut pada bagian perut akan dapat meningkatkan pertumbuhan intelegensi sang anak.

Fondasi Perkembangan Intelegensi Ditentukan pada Masa Anak-Anak
Sejak bayi dilahirkan, ayah-bunda sudah mempunyai peran penting untuk mengajarkan pengetahuan dasar kepadanya. Kalau saja ayah bunda pada tahap ini dapat membimbing sang anak dengan murah hati, hormat dan penuh kasih sayang, maka bukan saja dapat meletakkan dasar kepribadian yang unik bagi sang anak, bahkan dapat membuat anak memiliki kemampuan belajar dan sikap bergaul yang baik. Dengan demikian, peran ayah bunda bukan hanya membesarkan, bahkan juga memikul tanggung jawab besar sebagai “guru pribadi”.

1. Belajar Musik
Ini merupakan cara yang bagus untuk meningkatkan pembelajaran otak kanan dengan santai dan mudah. Menurut hasil penelitian Universitas Toronto, pelajaran musik dapat meningkatkan intelligence quotient dan prestasi sekolah seorang anak. Bahkan semakin lama dipelajari, hasilnya semakin jelas.

2. Beri minum Air Susu Ibu
Banyak penelitian ilmiah membuktikan bahwa air susu ibu (ASI) selain menyediakan berbagai macam zat gizi, juga dapat meningkatkan kekebalan tubuh dan intelegensi bayi. Seorang bayi yang mengonsumsi ASI selama sembilan bulan secara nyata lebih pandai dari pada seorang bayi yang hanya mengonsumsi ASI selama satu bulan.

3. Tingkatkan kesehatan
Olah raga berkelompok bukan saja meningkatkan rasa percaya diri, membangun spirit kebersamaan, bahkan dapat memupuk kecakapan memimpin. Delapan puluh satu persen dari para direktris perusahaan pada saat masih kecil, semuanya pernah bergabung dalam suatu kegiatan organisasi.

4. Permainan
Memang ada banyak games yang bisa membuat pemainnya menjadi brutal, nyentrik ataupun malas berpikir. Namun juga ada sejumlah games yang dapat meningkatkan spirit bersosial, kreativitas dan inspirasi, bahkan ada yang dapat melatih anak untuk berpikir dengan bijaksana serta melatih kemampuan membuat rencana. Penelitian di University of Rochester juga menemukan bahwa anak kecil yang bermain games lebih berkemampuan dalam menemukan petunjuk rasa visual dalam belajar.

5. Menolak junk food
Kurangi mengonsumsi makanan berkadar gula tinggi, berpantang berbagai makanan berlemak tinggi dan junk food yang lain. Sebaliknya, banyaklah mengonsumsi makanan sehat bergizi tinggi, ini akan meningkatkan perkembangan intelegensi dan motorik anak, terutama bagi bayi yang belum genap dua tahun, hal ini sangat penting. Misalnya, seorang anak harus mengonsumsi sejumlah zat besi untuk membantu pertumbuhan otak. Kalau kurang jumlahnya, penghantaran impuls syaraf akan melemah.

6. Memupuk rasa ingin tahu
Para pakar mengungkap, ketika orang tua mendorong anak untuk mempunyai pemikiran sendiri, sesungguhnya adalah sedang meng-arahkan mereka pada pentingnya menuntut pengetahuan. Menaruh perhatian yang besar terhadap minat anak, mengenalkan dan mengajarkan ketrampilan baru kepada mereka pada setiap ada kesempatan mendidik di luar rumah, semua ini merupakan cara yang baik sekali guna memupuk dambaan anak untuk menuntut pengetahuan.

7. Membaca
Sejalan dengan kemajuan teknologi, banyak orang yang mengabaikan pentingnya membaca. Membaca merupakan cara meningkatkan intelligence quotient seseorang yang paling langsung dan efektif. Membacakan cerita untuk anak, menjadi anggota perpustakaan dan menambah koleksi buku bacaan semuanya merupakan cara yang baik untuk memupuk minat membaca seorang anak.

8. Makan pagi
Pepatah yang mengatakan burung yang bangun pagi akan mendapatkan makanan bukanlah tanpa dasar. Jauh sejak 1970, penelitian ilmiah menemukan seorang anak yang sarapan pada pagi hari memiliki ingatan yang lebih baik, lebih mampu berkonsentrasi dan juga mampu belajar lebih cepat. Dari pada sama sekali tidak makan pagi, makanlah sepotong kue atau minum segelas susu, hal ini akan sangat membantu dalam belajar.

9. Bermain permainan pengasah otak
Bermain catur, teka-teki silang atau permainan lain dapat merangsang intelegensi. Games Sudoku malah dapat memupuk cara berpikir yang bijaksana dan memupuk kemampuan memecahkan masalah.

Selain hal-hal di atas, pada saat seorang anak masih sangat muda harus sering diajak bercengkrama, mintalah anak mengingat perbendaharaan kata yang sering dipakai dalam kehidupan sehari-hari ataupun mintalah anak menghafal, semua ini merupakan jurus piawai untuk membantu anak memupuk intelligence quotient.

Para pakar menyatakan, “Matikan tv, mintalah anak keluar rumah, mendekatkan diri dengan alam dan mengolah tubuh, merupakan salah satu metode terbaik untuk melatih anak menjadi pandai cekatan dan bertubuh sehat.”

Selasa, 08 Desember 2009

LDR (Long Distance Relationship)




Tantangan apa yang dihadapi dengan hubungan jarak jauh, tentu Anda sudah tahu. Yang pertama, tentunya kesetiaan.

Mengapa ada juga pasangan yang berhasil menjalani hubungan jarak jauh seperti ini. Bila ini yang menjadi pertanyaan, jawabannya sederhana : "jarak bukanlah penyebab kegagalan hubungan Anda, tapi Anda lah yang membuat hubungan gagal". Sebab, LDR memang tidak berlaku untuk semua orang.

Orang seperti apakah yang tidak cocok menjalani LDR?

Anda menyukai kemesraan
Menggandeng tangannya, saling berpelukan saat menonton konser romantis, atau mencium aroma tubuhnya yang khas, itulah yang paling Anda rindukan darinya. Jadi, meskipun Anda mampu menatap wajahnya di webcam sambil mengungkapkan betapa sayang Anda padanya, tetap saja terasa ada yang kurang lengkap. Melihat pasangan lain mesra di depan Anda juga pasti membuat Anda makin tersiksa.

Anda belum tahu apa yang ingin dicapai dari hubungan tersebut
Agar suatu hubungan jarak jauh bisa berhasil, Anda dan si dia harus tahu bahwa jarak itu bukan untuk selamanya.

Anda tidak pandai membangun komunikasi
Ketidakhadiran si dia secara fisik dalam hidup Anda memang membuat Anda jadi sering merindukannya. Sayangnya Anda tak sanggup bila harus membayar ongkos telepon, dan Anda tidak pintar mengekspresikan emosi dan pikiran Anda lewat kata-kata. Jika saat sedang berduaan dengannya Anda bisa saling berpelukan saja tanpa berkata-kata, tidak demikian bila Anda menghadapinya melalui telepon. Sangat tidak mungkin membiarkan telepon hening tanpa pembicaraan, bukan? Jika Anda ingin serius bersamanya, Anda harus belajar berkomunikasi lebih baik. Bila tidak, hubungan Anda pasti akan membosankan.

Anda pernah berselingkuh
"Once a cheater, always a cheater" begitu kata orang. Jadi, Anda jangan terlalu percaya pada diri sendiri bahwa Anda mampu setia padanya. Atau, dia tetap setia dengan Anda. Kalau pun si dia berjanji untuk mengubah perilakunya, belum tentu Anda mampu mempercayainya 100 persen bukan? Mampukah Anda tidur dengan nyenyak semalam, sambil membayangkan si dia tengah asyik bersenang-senang dengan teman-temannya? Rasa cemburu adalah cara termudah untuk menggagalkan suatu hubungan. Bila Anda memang tak sanggup mengusir kecurigaan-kecurigaan semacam itu, sudahlah, akhiri saja hubungan Anda.

Anda tidak bersedia berkorban
Dengan tinggal berjauhan, artinya Anda dan dia harus menjalani kehidupan yang berbeda, dengan orang-orang yang berbeda. Untuk "bertemu" di telepon atau di dunia maya, Anda harus mengatur jadwal lebih dulu. Dan ini bukan hal yang mudah. Anda harus bersedia mengorbankan hal-hal yang Anda lakukan secara rutin untuk menyisihkan waktu bersama si dia. Jika tidak, salah satu dari Anda akan dianggap tidak mau berkomitmen.

Anda senang bermanja-manja
Karena si dia tak ada di dekat Anda, dengan siapa Anda bisa bermanja-manja? Bermanja dengan teman wanita atau dengan saudara Anda, tentu beda rasanya. Dengan teman pria Anda? Anda hanya mencari masalah...